Indonesiana, Upaya Membentuk Festival Kebudayaan Independen

Perwakilan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo dalam pertemuan dengan spegiat kebudayaan Sumbar
Perwakilan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo dalam pertemuan dengan spegiat kebudayaan Sumbar (KLIKPOSITIIF/Ramadhani)

PADANG, KLIKPOSITIF - Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar pertemuan dengan seniman dan pegiat kebudayaan di Sumatra Barat. Pertemuan ini membicarakan sebuah platform yang disebut sebagai Indonesiana. Sebuah upaya untuk membuat festival yang mandiri dan berkualitas berbasis komunitas.

Setdirjen Direktorat Jenderal Kebudayaan Syukur Asih Suprojo menyebutkan Indonesiana adalah platform kerjasama kebudayaan yang merangkai berbagai festival kebudayaan di berbagai daerah, di mana pemerintah mengambil posisi sebagai fasilitator.

baca juga:

Syukur menyebutkan pemerintah akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk memberi bantuan pendanaan, perencanaan, jaringan pelaku budaya tingkat nasional dan internasional. Kerjanya juga meliput kurasi dan publikasi dan kehumasan sehingga membesarkan skala festival tersebut ke taraf internasional.

“Indonesiana  menjadi platfrom gotong-royong kebudayaan. Keseriusan Pemerintah Daerah juga harus dilihat keseriusannya. Misalnya berapa anggaran yang disiapkan untuk kebudayaan dari APBD,” ujarnya di Museum Adityawarman Padang, 19 Oktober 2017.

baca juga:

Dia menjelaskan saat ini telah terdata 19 daerah yang mau bekerja sama untuk Indonesiana, termasuk Sumbar. Jika berjalan lancer nantinya akan dibuatkan MoU. Indonesiana sekaligus juga menjadi pendataan komunitas dan pegiat kebudayaan yang ada di tanah air.

“Secara sederhanan bias disebut perencanaannya akan disusun bersama, dana di cari bersama dan produk budaya juga dikurasi bersama,” kata Syukur lagi.

baca juga:

 Indonesiana, menjadi platform kerjasama kebudayaan, Indonesiana diinisasi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan dan melibatkan kerjasama dengan Pemerintah Daerah, Kementerian/Lembaga terkait, lembaga filantropi, komunitas dan para pemangku kepentingan di tingkat lokal, nasional dan internasional. Sehingga Indonesiana bukan sekadar festival ataupun rangkaian festival, tetapi merupakan jaringan kerja penyelenggaraan rangkaian festival kebudayaan bertaraf internasional di berbagai daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Taufik Effendi menyebutkan tujuan dasar dari Indonesia adalah menciptakan iven kebudayaan yang dilahirkan oleh komunitas. Menurutnya iven kebudayaan tidak perlu dibuat dalam jumlah banyak.  Namun bagaimana bisa menjadi kunci peristiwa kebudayaan.

baca juga:

“Dinas Kebudayaan Sumbar hendaknya menjadi fasilitator, bukan sebagai eksekutor. Tugasnya kalau di Minangkabau layaknya seperti urang Sumando. Manjapuik nan jauh, mamanjek nan tinggi,” ujarnya.

Pertemuan dengan seniman dan pegiat kebudayaan dari berbagai bidang ini diharapkan bias merumuskan sebuah konsep festival kebudayaan yang cocok dengan semangat kebudayaan Minangkabau. Sebuah konsep yang diharapkan bisa mengakomidir seluruh pelaku seni dan pegiat kebudayaan.

Penulis: Ramadhani