Persembahan Tiga Maestro Tari untuk Manti Menuik

" Ery kemudian membuat sebuah tari mengenang ayahnya"
Maestro tari Ery Mefri saat persiapan pertunjukan Rantau Berbisik (KLIKPOSITIF/Ramadhani)

PADANG,KLIKPOSITIF-Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 5 Agustus Nan Jombang Dance Company berangkat dari Padang menuju Australia. Ini adalah perjalanan pertama grup asal Sumbar untuk menjejaki panggung pertunjukan dunia internasional. Kepergian itu sebenarnya berbalut duka. Manti Menuik, maestro tari yang merupakan orang tua Ery Mefri meninggal dini hari itu. sementara pesawat berangkat pagi.

Ery Mefri memilih tetap berangkat. “Apa pun yang terjadi, tidak ada yang menghambat kesenian,” ujarnya di sela-sela latihan di Ladang Tari Nan Jombang. 

Untuk mengenang itulah, Ery kemudian membuat sebuah tari mengenang ayahnya. Seperti yang diketahui, Manti Menuim adalah maestro seni tradisi. terutama untuk tari Adok dan Piriang.

Ery megajak dua rekannya dari Pulau Jawa, Miroto dan Mugiyono. Alasannya, kedua koreografer itu juga sudah menjelajahi dunia dalam kepenariannya. Ketiganya sepakat menggarap ide tentang maestro. Ketiganya baru akan berkumpul hari ini Selasa 1 Agustus. 

“Namun, segala ide dan persiapan sudah dilakukan sejak tiga bulan yang lalu,” lanjut koreografer Saniang Baka, Solok ini.

 Untuk penampilan, ketiganya sapat disaksikan pada malam terakhir Kaba Festival 4, Sabtu (5/8) mendatang. Setiap harinya, festival ini akan dimulai pada Pukul 20.00 WIB.

KABA Festival 4 tahun ini mengalami sejumlah perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain mendatangkan peserta luar negeri, peringatan 10 tahun Nan Jombang Dance Company ke luar negeri juga dirayakan, bakal ada juga pameran foto pertunjukan.