Natural Dance Theatre dan Tiga Pertunjukan Butoh dari Jepang

"sejarah Butoh dikaitkan dengan sebuah tarian Jepang berjuluk “Kinjiki”"
Natural Dance Theatre (ist)

PADANG,KLIKPOSITIF- Butoh mulai dikenal di dunia seni internasional sejak era 1970-an dan juga mulai berkembang di Amerika. Butoh adalah seni mendistorsi tubuh yang mapan, menyampaikan makna melalui tubuh- tubuh menjadi bahasa, alat dan media melalui gerakan. Butoh kemudian dikenal dengan tari kegelapan.

Tari tradisi di Jepang berpijak pada tubuh asal atau transendental mereka, yakni Butoh. Butoh sebagai seni pertunjukan tubuh di Jepang mempunyai sejarah yang panjang.

Natural Dance Theatre grup asal Jepang ini, akan menampilkan 3 judul pertunjukan yang berpijak pada kesenian Butoh. Pertunjukan akan berlangsung dengan durasi masing-masing sekitar 5 menit. Pertunjukan pertama berjudul The Strange Sleeping Beauty, sebuah tari yang bercerita tentang seorang perempuan yang telah tertidur 100 tahun lamanya. Tarian ini merupakan versi kontemporer dari bentuk tradisi butoh yang berjudul Sleeping Beauty.

 Karya yang kedua berjudul Continuation Declaration. Karya ini bercerita tentang bagaimana kejujuran itu dilakukaan dan bagaimana respon tubuh jika tahu kita telah dibohongi. Sedangkan judul terakhir Jinsei Konna Monsa, yang bercerita tentang bagaimana pertarungan manusia modern untuk bekerja tidak ubahnya serupa mesin.

 Ratu Selvi Agnesia, pengamat pertunjukan Indonesia menjelaskan sejarah Butoh dikaitkan dengan sebuah tarian Jepang berjuluk “Kinjiki” (warna yang terlarang) bertemakan homoseksual dari Tatsumi Hijikata dan Yoshito Ohno.

 “Pertunjukan ini sempat menuai kontroversi pada masa itu, tapi justru menjadi titik keberangkatan gagasan awal yang menciptakan pertunjukan seni yang jujur, natural, dan mempunyai identitas khusus,” katanya ketika dihubungi beberapa waktu lalu.

 Uniknya, dari ketika pertunjukan yang akan dibawakan Natural Dance Theatre ini, tidak ketiganya akan disutradarai oleh Shinji Nakamura, selaku pimpinan Natural Dance Theatre ini. Pada ... Baca halaman selanjutnya