Sangketo Hawa Nan Jombang DC, Tentang "Hawa" yang Lain

"selain sebagai perempuan pertama di muka bumi, ibu dari segala ibu, Hawa juga diartikan sebagai angin yang bergerak, dan Hawa juga perlambangan dari hasrat."
Nan Jombang Dance Company saat mementaskan pertunjukan Rantau Berbisik (KLIKPOSITIF/Ramadhani)

PADANG,KLIKPOSITIF-Seorang penari di atas sebuah gendang dol, memberitahukan lewat gerak tubuhnya bahwa ia sedang gelisah. Kegelisahan yang teramat puncak, namun setelah ia turun dari gendang dol tersebut, ia kembali tenang, bahkan seolah-olah ia tengah mengendalikan gendang dol tersebut—padahal tidak. Padahal, sebenarnya, ia yang dikendalikan gendang dol itu.

Seperti itu kira-kira gambaran pembuka dari narasi tari Sangketo Hawa koreografer Ery Mefri dari Nan Jombang Dance Company. Sebagaimana halnya dengan KABA Festival 2 pada tahun 2015 lampau dengan karya Sang Hawa, Ery Mefri kembali membawakan karya tarinya pada KABA Festival 4 kali ini dengan tajuk Hawa.

Antara Sang Hawa dengan Sangketo Hawa, memang dua karya yang berbeda, baik itu dari segi narasi maupun dari komposisi tari.

“Namun ini sebagai sesuatu yang saling berkaitan, karya yang satu lebih melepas ke luar dan karya yang satunya lagi lebih memperlihatkan yang di dalam!” kata Ery Mefri selaku koreografer.

Kenapa Ery Mefri begitu penasaran dengan Hawa? Hawa begitu banyak pemaknaannya, selain sebagai perempuan pertama di muka bumi, ibu dari segala ibu, Hawa juga diartikan sebagai angin yang bergerak, dan satu hal yang penting, Hawa juga perlambangan dari hasrat.

“Saya sadar, pencarian Hawa tidak akan menemukan penyelesaian. Ia (Hawa) tidak akan selesai dimuka bumi ini, yang ada hanya penegasan!” begitu penjelasan Ery Mefri ketika dikonfirmasi akan pencariannya prosesnya terhadap tajuk karya Hawa ini.

Penegasan sebagaimana yang tergambar pada narasi Sangketo Hawa itu sendiri. Dua penari perempuan, dengan pola gerak yang berbeda, dua pola bunyi yang berbeda, namun sebenarnya adalah cermin dari diri yang tunggal, yakni Hawa itu sendiri. Cermin diri yang tunggal inilah kemudian yang dipertemukan pada akhir narasi tari ini.

Sangketo Hawa, akan tampil pada hari terakhir, 05 Agustus 2017 dalam rangkaian KABA ... Baca halaman selanjutnya