Belajar Silek, Mengamalkan Ajaran Islam dan Norma Adat

"seorang yang mengamalkan ilmu silek diajarakan untuk beribadah kepada tuhan"
ilustrasi (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF-Seni beladiri Silek Minangkabau ternyata mengandung nilai dan norma adat Minangkabau serta ajaran Agama Islam. Hal ini diungkapkan oleh M. Yunis salah seorang dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas lewat hasil penelitiannya yang bertema Revitalisasi Silek di Sumatra Barat

Menurut Yunis dengan mempelajari Silek dengan sungguh-sungguh, sejalan dengan mempelajari Adat Minangkabau dan ajaran agama Islam. "Dengan mempelajari silek kita sudah sama dengan mempelajari adat dan agama karena filosofi dari silek itu adalah lahia mancari kawan, bathin mancari Tuhan", jelasnya kepada KLIKPOSITIF Jumat 12 Mei 2017.

Dia menjelaskan maksud dari 'lahia mancari kawan' ini adalah seorang yang benar-benar mengamalkan ilmu silek diajarkan untuk mencari kawan sebanyak-banyaknya dengan cara menjalin silaturahmi. Silaturahmi yang baik itu pasti memiliki unsur saling hormat-menghormati. Dalam ajaran Adat Minangkabau saling menghormati pasti mengamalkan 'kato nan ampek yaitu kato mandaki, kato malereng, kato mandata dan kato manurun'.

Sementara yang dimaksud dengan 'batin mancari Tuhan' adalah seorang yang mengamalkan ilmu silek ini pasti diajarakan untuk beribadah kepada Tuhan, kerena seorang yang menimba ilmu silek ini diajarkan tentang bagaimana cara beribadah kepada Tuhan, bagaimana shalat lima waktu, belajar tentang Tuhan dengan mempelajari dan mengamalkan Asmaul Husna serta sifat-sifat 20 yang dimiliki Tuhan.

"Dan inilah alasan kenapa orang kebanyakan belajar silek itu di surau-surau atau tempat ibadah, dan bisa dipastikan seorang guru silek itu pasti seorang yang memiki pemahaman ilmu agamanya tinggi dan tidak jarang juga kita temui bahwa seorang guru silek itu memiliki sebuah surau", katanya.

Bagi seseorang yang menguasai ilmu silek ini secara sempurna, maka dia pasti mengamalkan nilai dan norma yang terkandung dalam filosofi silek tersebut, dia pasti mengamalkan 'lahia mancari kawan, bathin ... Baca halaman selanjutnya