Sultan : Saya Orang Pariaman, Bukan Penyanyi Malaysia

"Tidak ada lagu Sultan yag berbahasa Malaysia"
Sultan (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Sultan, penyanyi slow rock yang tenar pada tahun 99 hingga 2000-an merupakan penyanyi asal Pariaman-Sumbar. Meski demikian, sebutan ‘Penyanyi Malaysia’ malah lebih kuat melekat di mata masyarakat Indonesia. Kenapa bisa terjadi?

“Saat itu, pasar musik lebih mengarah ke genre Melayu. Nah, kebetulan album perdana saya ‘Tarpaksa Aku Lakukan’ dirilis pada tahun 1999 disaat musik Malaysia menjadi raja di Indonesia. Jadi, tak heran jika imej masyarakat menyebut saya ‘Penyanyi Malaysia’. Saya orang Indonesia asli. Saya orang Pariaman, bukan penyanyi Malaysia,” ujar pria bernama asli Yabujani Sultan Tanjung, saat ditemui KLIKPOSITIF dalam acara grand opening Puri Walk di Komplek Kodim Jalan Sudirman Bukittinggi, Minggu 23 April 2017.

Meski dalam berbagai kesempatan dirinya telah menyebut jika dirinya orang Indonesia, namun imej ‘Penyanyi Malaysia’ tetap tak memudar.

“Ya sudahlah, itukan penilaian masyarakat. Saya juga gak bisa melarangnya. Yang jelas, dalam setiap lagu saya tidak pernah berbahasa Malaysia, semuanya berbahasa Indonesia. Kalau berbicara Melayu, kita lebih Melayu dari Malaysia. Saya cinta Indonesia dan tidak akan pernah bergaya ke-Malaysia Malaysia-an,” tegasnya.

Sultan sendiri telah mengeluarkan banyak album di bawah label Musica Studio’s, diantaranya Terpaksa Aku Lakukan (1999), Cinta Dimana Kini (2000), Mengapa Hatimu Berduri (2003), Bunga Menangis (2004), Album Best of The Best Sultan (2006), Album Islam Sultan (2008), Album Pop Minang ‘Mudiak Arau’ (2008), Mencari Alasan (2009) dan Mini Album ‘Cinta, Cincin di Tangan (2011). (*)